Randy Rahman Hussen, S.Pd.

Dosen

2 tahun yang lalu


Bagaimana Menjadi Web Developer?

2 tahun yang lalu - By Randy Rahman Hussen, S.Pd.

Perkembangan dunia IT yang semakin cepat dan kompleks membuat banyak sektor pekerjaan baru yang akhirnya bermunculan. Salah satu yang menjadi primadona dalam dunia IT adalah menjadi seorang web developer. Dunia bisnis sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari yang namanya internet. Dari yang semula banyak bisnis dijalankan secara fisik didunia nyata, sekarang mulai bergeser dengan serba online. Marketplace bermunculan dengan berbagai ragam dan kriterianya. Perusahaan mulai membuat website yang menampilkan etalase produknya secara visual didunia maya. Hal ini mendorong keterbutuhan pasar akan yang namanya web developer. Keterbutuhan pasar yang besar, penghasilan yang tinggi, plus bisa membuka lapangan pekerjaan baru menjadi nilai plus tersendiri di dunia bisnis web developer ini.

Melihat hal tersebut tentu banyak orang yang memiliki keinginan untuk menjadi web developer, mungkin kamu salah satunya. Lalu bagaimana untuk menjadi web developer itu sendiri? Well dizaman now hal itu bisa dipelajari dengan anda duduk didepan laptop anda sendiri, banyak tutorial yang bisa anda pelajari agar menjadi web developer. Tapi sebelum kamu melangkah lebih jauh untuk menjadi web developer, kamu harus tahu terlebih dahulu cabang-cabang dari web development itu sendiri. Setelah itu pilihlah cabang mana yang mau kamu geluti.

Pilih Mana? Frontend Web Developer Atau Backend Web Developer Atau Fullstack Web Developer?

Web development terbagi menjadi tiga cabang yakni frontend web developer, backend web developer dan fullstack web developer. Disini kita akan bahas ketiga hal tersebut. Pertama, Front-end web developer adalah cabang web developer yang mana mereka mendesain dan membangun antarmuka web tersebut. Kalau boleh dikatakan front-end menyerupai bagian depan atau display dari toko yang menampilkan informasi apa saja tentang toko tersebut sebelum kamu memasukinya. Kedua, Back-end web developer sendiri merupak kebalikan dari front-end web developer yang mana mereka bertugas berkaitan dengan penulisan kode sehingga tidak diketahui oleh para user. Umumnya mereka berkaitan dengan perbaikan dan peningkatan fungsi system. Sedangkan yang Ketiga, Full-Stack web developer merupakan mereka yang mampu memiliki keahlian untuk mengerjakan Front-end dan back-end. Ini merupakan cabang yang kompleks, karena mengharuskan mereka memiliki keahlain keduanya. Jadi, setelah kamu mengerti perbedaan ketiganya, kamu mau pilih yang mana?

Front-end Development

Untuk menjadi seorang Front-end developer ada tiga hal yang harus kamu pelajari. Pertama, Hypertext Markup Language (HTML), Kedua yakni  Cascading Style Sheets (CSS), dan terakhir kamu mesti mempelajari bahasa pemrograman JavaScript.

HTML

HTML merupakan bahasa skrip yang menyusun konten-konten yang mau ditampilkan di halaman muka sebuah website. Singkatnya HTML mewakili teks paragraf, headline, maupun tabel. HTML merupakan bahasa pemrograman yang paling mudah untuk dipelajari, jadi bagi kamu yang mau menjadi developer apapun hal ini harus menjadi dasar yang perlu kamu pelajari pertama kali.

CSS

Segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan (apaan sih) begitu juga yang namanya HTML, ia tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya CSS alias Cascading Style Sheets. CSS diciptakan untuk melengkapi HTML, ia akan mengutak atik konten apa yang dibuat oleh HTML. CSS ini berguna untuk membuat desain dan tata letaknya.

Javascript

Setelah kamu memiliki kemampuan di HTML dan CSS, selanjutnya yang terakhir kamu wajib menguasai javascript. Javascript ini membuat website lebih interaktif dan lebih dinamis lagi. Dengan javascript kamu bisa membuat website interaktif dengan berbagai macam tombol fungsional, seperti tombol-tombol untuk media sosial yang dimiliki web tersebut.

Back-end Web Development

Back-end web developer biasanya berhubungan dengan database. Seindah apapun tampilan dari sebuah website apabila dia tidak memiliki database, perbaikan maupun peningkatan fungsi system maka ia akan percuma. Umumnya back-end dikenal sebagai problem solver,selalu berfikiran kepada fungsi daripada tampilan yang ada. Untuk menjadi back-end web developer ada tiga hal dasar yang harus dimiliki selain HTML dan CSS (dasar semua developer) yakni PHP, Python, dan SQL.

PHP

PHP memiliki fungsi membuat website lebih fungsional. Ia menjadi komunikasi antara website dengan database. Selain hal tersebut dengan PHP juga memiliki fungsi untul menghasilkan gambar, menkonversi halaman text menjadi PDF, management cookie dan session, dan hal lainnya. Intinya membuat website lebih dinamis.

Python

Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif. Python berfungsi untuk mengurusin database dengan frameworknya sendiri.

SQL

Structured Query Language (SQL) merupakan sistem manajemen database relasional (RDBMS) yang dirancang untuk aplikasi dengan arsitektur client/server. Dalam database, SQL digunakan untuk memfilter, menambahkan, menghapus, bahkan menggabungkan informasi.

Fullstack Development

Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa cabang web development ini memiliki keahlian front-end dan back-end web developer. Jadi untuk kamu yang memilih cabang dideveloper ini. Maka semua hal yang menjadi dasar-dasar kemampuan front-end dan back-end harus kamu kuasai. Hal ini memang tidak mudah,membutuhkan waktu. Namun, hal tersebutlah yang membuat makin asyik untuk mempelajari semuanya.

Apabila kalian masih merasa kurang dengan penjelasan dalam artikel ini, kalian bisa mendaftar program dari Campus Digital.

Hubungi Kami